Gagal Verval Ijazah S1 di Info GTK? Coba Cara Upload Berkas, Ini yang Perlu Diperhatikan

Info GTK Guru – Bagi guru yang sedang melakukan verval ijazah S1 di Info GTK tetapi data ijazah tidak berhasil ditarik secara otomatis, ada alternatif yang bisa diperhatikan, yaitu menggunakan metode upload berkas ijazah. Namun, proses ini memiliki ketentuan tersendiri dan tidak sama dengan verifikasi melalui API.

Informasi mengenai kendala verval ijazah ini menjadi perhatian karena proses yang sebelumnya dapat berjalan otomatis dilaporkan mengalami hambatan. Pada kondisi normal, data ijazah dapat diverifikasi melalui sistem setelah guru memasukkan perguruan tinggi, program studi, nomor ijazah, dan data terkait lainnya.

Dalam praktiknya, saat data sudah dimasukkan dengan benar, sistem dapat menampilkan hasil verifikasi dari PDDikti dan pengguna tinggal melakukan konfirmasi. Namun, ketika sistem tidak berhasil menarik data, guru dapat menemukan pemberitahuan untuk melakukan pengecekan melalui portal terkait atau menggunakan pilihan unggah berkas.

Verval Ijazah S1 di Info GTK Tidak Berhasil Ditarik

Salah satu kendala yang dibahas dalam sumber adalah munculnya pesan bahwa data ijazah tidak berhasil ditarik dari PDDikti.

Padahal, data lulusan yang bersangkutan telah dicek dan status kelulusannya tercatat. Data perguruan tinggi, program studi, serta nomor ijazah juga sudah dimasukkan ke dalam sistem.

Dalam kondisi tersebut, pengguna diarahkan untuk mengecek data ijazah melalui portal penomoran ijazah dan sertifikasi elektronik. Jika data ditemukan, hal tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa informasi lulusan memang tercatat pada sistem yang diperiksa.

Sumber juga menunjukkan adanya kondisi ketika tombol untuk melakukan pengecekan data ijazah tidak memberikan respons seperti yang diharapkan. Karena itu, kendala tidak selalu berarti data ijazah guru salah. Bisa saja terdapat masalah pada proses integrasi atau layanan yang sedang digunakan.

Pastikan Data Ijazah Sudah Benar Sebelum Upload

Sebelum memilih metode upload berkas, guru perlu memastikan seluruh informasi yang dimasukkan sesuai dengan dokumen ijazah.

Data yang perlu diperhatikan antara lain:

Data Yang Perlu Diperhatikan
Perguruan tinggi Sesuai dengan ijazah
Program studi Harus sesuai dengan data ijazah
Nomor ijazah Masukkan dengan benar
NIM/N atau data identitas lain Sesuai dengan data yang diminta sistem
Jenjang pendidikan Sesuai dengan ijazah
Berkas ijazah Harus dapat dibaca dengan jelas

Hal ini penting karena data yang diisi akan disandingkan dengan dokumen yang diunggah. Kesalahan pengisian data dapat menyebabkan proses verifikasi tidak berhasil.

Dengan demikian, jangan terburu-buru mengunggah dokumen sebelum seluruh kolom diperiksa kembali.

Upload Berkas Ijazah Menjadi Alternatif

Apabila proses verifikasi otomatis melalui API tidak berjalan, sumber memberikan alternatif berupa upload berkas ijazah S1.

Namun, ada hal penting yang perlu dipahami. Berdasarkan informasi yang ditampilkan pada proses tersebut, metode upload berkas disebut tidak disarankan untuk lulusan tahun 2010 sampai 2026 karena lulusan pada rentang tersebut pada dasarnya diarahkan menggunakan proses verifikasi melalui API.

Sementara itu, metode upload berkas disebut ditujukan bagi lulusan sebelum 2010.

Artinya, guru perlu memperhatikan tahun kelulusan sebelum memilih metode ini. Jika sistem otomatis sedang mengalami kendala dan guru tetap membutuhkan proses verval, penggunaan upload berkas menjadi salah satu pilihan yang dibahas dalam sumber, tetapi prosesnya tidak berlangsung secara otomatis.

Berkas Ijazah Akan Diverifikasi Secara Manual

Berbeda dengan verifikasi API, upload berkas dilakukan melalui pemeriksaan manual.

Dalam proses tersebut, dokumen yang dikirim akan diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan data yang telah diinput.

Sumber menjelaskan bahwa setelah melakukan upload, proses validasi dilakukan oleh operator verval. Pada beberapa kondisi, guru juga perlu menunggu pemeriksaan dari dinas atau datang ke bagian yang menangani data PTK/GTK untuk proses verifikasi lebih lanjut.

Karena prosesnya manual, waktu penyelesaian tentu tidak selalu sama antara satu guru dengan guru lainnya.

Ada guru yang dokumennya dapat diverifikasi dalam waktu relatif singkat, sementara guru lain mungkin perlu menunggu lebih lama tergantung proses pemeriksaan di daerah masing-masing.

Ukuran File Ijazah Maksimal 500 KB

Salah satu bagian yang perlu diperhatikan sebelum mengunggah ijazah adalah ukuran file.

Dalam sumber disebutkan bahwa berkas yang diunggah memiliki batas ukuran maksimal 500 KB. Jika ukuran file melebihi ketentuan, misalnya mencapai 1 MB atau 2 MB, berkas tidak dapat diunggah melalui menu tersebut.

Format gambar yang disebutkan dapat berupa JPG atau PNG. Selain ukuran file, kualitas gambar juga menjadi perhatian.

Dokumen sebaiknya terlihat jelas sehingga informasi seperti nama perguruan tinggi, program studi, identitas lulusan, dan keterangan ijazah dapat dibaca ketika diperiksa.

Jangan Asal Memotret Ijazah

Kualitas dokumen juga penting dalam proses verval.

Sumber menyarankan agar berkas yang digunakan berasal dari hasil scan, bukan sekadar foto ijazah menggunakan kamera. Tujuannya agar dokumen memiliki kualitas gambar yang lebih baik dan informasi pada ijazah dapat dibaca ketika dilakukan pemeriksaan.

Sebelum melakukan validasi gambar, pengguna juga perlu memastikan informasi yang terlihat pada dokumen sesuai dengan data yang sudah dimasukkan sebelumnya.

Jika gambar kurang jelas, dokumen perlu diperbaiki kualitasnya terlebih dahulu sehingga informasi penting pada ijazah dapat terbaca.

Periksa Kembali Sebelum Menekan Simpan

Setelah berkas berhasil dimasukkan, jangan langsung menyelesaikan proses tanpa melakukan pengecekan.

Periksa kembali nama perguruan tinggi, program studi, jenjang pendidikan, dan informasi lain yang tersedia. Data tersebut harus konsisten dengan dokumen ijazah.

Apabila seluruh bagian sudah sesuai dan gambar dapat terbaca dengan baik, proses dapat dilanjutkan dengan validasi gambar dan penyimpanan.

Sumber menjelaskan bahwa setelah tahapan tersebut selesai, guru tinggal menunggu proses pemeriksaan atau melakukan koordinasi dengan dinas pada bagian yang menangani verifikasi data.

Berapa Lama Proses Verifikasi Upload Berkas?

Lama proses verifikasi tidak selalu sama.

Dalam contoh yang disampaikan pada sumber, terdapat berkas yang diunggah pada 30 Agustus dan kemudian diverifikasi pada 9 September. Ada pula contoh lain yang diunggah pada 20 September dan diverifikasi pada 21 September.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa waktu pemeriksaan dapat berbeda antara satu pengajuan dengan pengajuan lainnya. Karena proses dilakukan secara manual, guru perlu memperhatikan status verval dan menunggu proses pemeriksaan dari pihak terkait.

Selain itu, pada kasus tertentu setelah verifikasi dinas masih terdapat proses lanjutan. Sumber menyebut data yang sudah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan untuk keperluan seleksi PPG masih memerlukan verifikasi berikutnya oleh BGP/BGMP untuk memastikan kesesuaian ijazah dengan bidang yang dapat dipilih calon peserta.

Jadi, Harus Upload Berkas atau Menunggu API?

Pertanyaan ini menjadi penting bagi guru yang mengalami kegagalan verval ijazah S1.

Jika sistem API kembali normal, proses verifikasi otomatis dapat digunakan sesuai mekanisme yang tersedia. Dalam sumber, metode API sebelumnya dapat langsung menampilkan hasil verifikasi ketika data berhasil ditarik.

Namun, jika sistem sedang mengalami kendala dan guru memilih menggunakan upload berkas, perlu dipahami bahwa proses tersebut dilakukan secara manual dan membutuhkan pemeriksaan dari pihak yang berwenang.

Dengan demikian, guru sebaiknya tidak langsung menganggap kegagalan menarik data sebagai kesalahan pada ijazah. Periksa terlebih dahulu data lulusan melalui layanan yang menjadi rujukan, pastikan seluruh data yang dimasukkan benar, kemudian perhatikan pilihan proses yang tersedia di Info GTK.

Kesimpulan

Gagal verval ijazah S1 di Info GTK tidak selalu berarti data ijazah bermasalah. Dalam informasi yang dibahas, kendala dapat terjadi ketika sistem tidak berhasil menarik data secara otomatis melalui API. Guru dapat memeriksa kembali data perguruan tinggi, program studi, nomor ijazah, serta status lulusan sebelum mengambil langkah berikutnya. Jika menggunakan upload berkas, perhatikan ketentuan ukuran maksimal 500 KB, kualitas gambar, format dokumen, serta kesesuaian seluruh data dengan ijazah asli. Karena metode tersebut melalui verifikasi manual, guru perlu menunggu pemeriksaan dari pihak terkait atau mengikuti arahan dinas setempat. Bagi guru yang belum berhasil melakukan verval, pilihan antara menunggu layanan API kembali normal atau mengikuti mekanisme upload berkas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi sistem dan ketentuan yang tampil pada akun masing-masing.